Beberapa waktu yang lalu, aku sempat tersasar ke suatu blog milik seseorang. Sepintas kulihat isinya, lumayan menarik, lalu kulihat identitas pembuatnya, sebut saja Kursi. Waktu pertama baca namanya, aku yakin blum pernah tahu bahwa ada orang dengan nama itu, tapi kok ada aura aneh ya dari si Kursi itu (eitss…jgn berpikir macem2 dulu). Ah, mungkin hanya perasaan saya saja…..
Suatu sore, ketika aku menyempatkan diri untuk sekedar membuka-buka kembali buku kenangan SMP dulu, aku benar-benar terkejut, ternyata si Kursi itu pernah satu SMP dengan ku !!! Hahahaha….kok aku bener-bener blom pernah sekalipun mendengar namanya ya…….Pantas saja waktu baca namanya, ada aura aneh, ternyata itu aura anak SMP ku dulu…hehehe….
Kejadian yang hampir sama pernah juga aku alami saat bertugas jaga stand di GSP UGM. Waktu itu, aku kenalan dengan seseorang yang bernama, sebut saja Meja. Si Meja ini datang bersama teman perempuannya bernama Taplak. Nah, perasaan yang sama muncul saat bertemu Taplak, ada aura yang sama dengan si Kursi. Ternyata dia juga satu SMP dengan ku….ckckck…payah aku. Padahal harusnya sering ketemu, kelasnya aja gak terlalu jauh……
Dua contoh diatas sedikit menggambarkan bagaimana kondisi pergaulan waktu SMP dulu. Saya yakin sekali, bukan hanya saya yang mengalami hal-hal semacam itu. Temen2 SMP ku pun pasti pernah punya pengalaman yang sama.
Tapi, walaupun tidak kenal, aura kita tetap sama……..”Mengukir prestasi tinggi, piawai mengasah budi pekerti”, ingatkah kawan tentang kata-kata itu?
Diarsipkan di bawah: Kisah
Suatu malam, ketika aku sedang berpusing-pusing belajar untuk menghadapi UM-UGM, entah matapelajaran apa yang kupelajari saat itu, yang jelas aku sudah agak bosan mengerjakan soal-soal. Tanpa sengaja aku alihk
an pandanganku ke lantai dekat kakiku. Pertama kulihat, tidak ada yang istimewa karena cuma ada segeromolan semut yang sedang berbaris, pemandangan yang sangat biasa, pikirku saat itu. Tapi lama kelamaan, pandangan yang biasa itu berubah menjadi pandangan yang sama saat aku mengerjakan soal ulangan matematika. Kuperhatikan dengan sangat teliti, sampai-sampai kepalaku hampir menyentuh lantai.
Subhanallah, aku menyaksikan hal yang selama ini hanya kuketahui dari buku, sekarang benar-benar terjadi di depan mataku. Peristiwa yang membuatku terkagum-kagum dan bahkan meluluh-lantahkan semangatku untuk belajar.