XAML (Extensible Application Markup Language, dibaca zammel) adalah suatu markup language yang digunakan untuk membuat tampilan user interface dari WPF.
Penggunaan XAML dalam WPF ini memungkinkan kerja sama developer dan designer dalam membuat aplikasi. Seorang developer menggunakan Visual Studio untuk merancang basic aplikasi kemudian menyerahkannya ke designer yang membuat desain user interface dengan XAML lewat Expression Blend. Dengan kata lain, kode untuk program dan kode desain UI dipisah dalam file yang berbeda. Sehingga developer tidak perlu mengotak-atik desain secara mendalam dan designer juga tidak perlu mengurusi bahasa .NET dalam program yang dibuat.
Secara sintax, XAML tidak jauh berbeda dengan XML, hanya saja elemen dalam XAML mengacu pada instance suatu kelas dalam .NET. Misalnya untuk membuat suatu tombol, tinggal digunakan perintah <Button>.
Contoh kode XAML yang digunakan untuk membuat satu blank window :
WPF (Windows Presentation Foundation) merupakan suatu teknologi baru yang membawa perubahan yang cukup signifikan pada dunia tampilan grafis Windows. Apa perubahannya?
Kita lihat sejarah dahulu. Pada aplikasi-aplikasi windows sebelum ini, user interface yang digunakan, dibuat dengan bantuan dua bagian dari sistem operasi yaitu : User32 (menyediakan elemen-elemen windows seperti button, text box, dll) dan GDI/GDI+ (menyediakan dukungan untuk me-render text, images,dll). Suatu ketika, Microsoft menciptakan suatu library khusus untuk mengoptimalkan pembuatan game, yaitu DirectX. Library tersebut sangat mengandalkan kinerja dari kartu grafis oleh karena itu Microsoft bekerjasama dengan pembuat kartu grafis agar menghasilkan DirectX berkinerja maksimal. Oleh karena DirectX dirancang hanya untuk dipakai pada game, maka library tersebut tidak cocok bila dipakai untuk mengembangkan aplikasi windows. Solusinya adalah WPF.
GAMBAS (Gambas Almost Means BASic). Mungkin belum banyak dari kita yang pernah menggunakannya. Bagi yang sering berkutat dengan Visual Basic tentu tidak akan asing lagi dengan Gambas. Gambas adalah IDE (Integrated Development Environment) dengan basisnya menggunakan bahasa Basic yang jalan diatas platform linux. Tujuan para developer membuatnya adalah untuk menggantikan peran Ms Visual Basic, yang lebih dahulu merambah dunia, untuk platform linux. Perbedaannya? Tentu saja pembaca semua sudah tahu……..free & non-free.
Sebagai pengguna komputer, kita tentu tidak asing bila mendengar dua objek di atas. Sebelumnya, virus yang saya sebut disini merupakan virus dalam arti orang awam (termasuk penulisnya), sehingga meliputi berjenis-jenis ancaman seperti worm, trojan, macrovirus, dll yang tidak akan saya utarakan perbedaannya (karena tidak tahu).
Berbagai masalah yang mungkin timbul akibat virus tersebut sudah sering diresahkan warga pengguna. Banyak yang mengeluhkan file-filenya hilang, tidak bisa dibuka, atau windowsnya error. Dan cara yang paling populer mengatasinya ialah menggunakan antivirus yang bermacam-macam tersedia. Sehingga sudah menjadi aksioma (???), bahwa virus adalah sang antagonis sedangkan antivirus sebagai sang protagonis. Tapi, pernahkah kita membalik pemikiran kita, menganggap antivirus adalah sang antagonis? (ha? kurang kerjaan!!)
(lagi…)
Bagi para manusia yang suka otak-atik program, menginstall program, dll. Dibawah ini ada contoh proses instalasi sederhana (entry registry)