Diarsipkan di bawah: Kepikiran
Terinspirasi dari tulisan seorang guru……
Alkisah, suatu hari ada seorang guru yang dengan semangat bercerita panjang lebar pada siswa-siswanya tentang sebuah agama bernama Islam yang mereka anut semenjak keluar dari rahim ibu. Para siswa mendengarkan dengan diam, tanda mengerti, pikir sang guru. Ia pun mengajukan suatu pertanyaan singkat pada siswanya,
“Siapa nama anak pertama dari presiden Amerika sekarang?”
Hampir semua siswa menyebutkan satu nama dengan mantap. Sang guru pun mengajukan pertanyaan berikutnya.
“Siapa nama presiden Palestina sekarang?”
Kelas pun hening, disertai celetuk-celetukkan kecil yang tidak jelas datang dari mulut mana berasal. Beliau pun paham, mungkin memang presiden Palestina jarang mereka dengar sepak terjangnya, meskipun pertanyaan ini dilontarkan pada siswa yang rata-rata ber-IQ diatas rata-rata. Kemudian, pertanyaan pun ia alihkan ke topik lain yang lebih mengejutkan.
“Berapa jumlah ayat surat An-Naazi’aat? Kandungan surat Al-Bayyinah?
Tak satupun dari para siswa menggerakkan lidahnya. Sang guru pun mengerenyitkan dahinya. Oh, mungkin surat-surat diatas terlalu asing di telinga mereka.
Mungkin juga karena terlalu sibuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah, mereka tidak sempat sekedar membuka kitab yang katanya mereka anggap sangat suci tersebut.
Atau mungkin mereka tidak mempunyai kitab tersebut di rumah mereka. Rumah mereka telah penuh oleh buku-buku yang menurut mereka membuat pintar, sehingga bisa sukses di sekolah dan lulus dengan nilai maksimal serta cepat memperoleh pekerjaan.
Sang guru pun maklum. Kemudian ia menunjuk salah satu siswa dan bertanya.
“Tadi pagi yang jadi muadzin sholat subuh di masjidmu siapa Nak?”
Si anak seperti terkena kejutan listrik 12 volt. Dengan sedikit malu-malu sambil tertunduk ia menjawab,
“Saya tidak hafal jadwalnya Pak?”
Kontan, sang guru pun menarik kepala dan bahunya ke belakang tanda terkejut.
“Oo…lalu waktu sholat isya tadi malam di masjidmu shaf laki-lakinya terisi berapa baris?”, tanya beliau sambil lebih mendekati si anak.
“Kurang tahu Pak, tapi kata pak Ustadz, biasanya sekitar 2-3 baris.” Jawab sang anak dengan lugu sambil menampilkan senyum yang sedikit dipaksa.
Ia pun melemparkan pertanyaan yang sama pada beberapa anak, dan hasilnya, setali tiga uang. Sekali lagi beliau maklum dan berpikir. Mungkin letak masjidnya terlalu jauh dari rumah mereka, sehingga mereka enggan mendatanginya. Mungkin juga masjidnya dekat tapi harus melewati pematang sawah yang gelap tanpa penerangan sehingga jika ada ular di dekat kakinya tidak akan terlihat. Mungkin juga mereka terlalu sibuk dengan belajar sehingga tidak sempat mendatangi masjid. Sang guru berpikir sambil mengusap dagunya dengan tangan kanan seraya mengangguk-anggukkan kepalanya berulang kali.
Pelajaran pun dilanjutkan dengan bahasan yang lain. Ia takut mencemari para siswa dengan sesuatu hal yang tidak akrab di benak mereka. Terlintas di pikiran sang guru bahwa mungkin ia telah salah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dianggapnya bukan lahannya. Seharusnya ia bertanya pada siswanya tentang bagaimana cara menghitung penjumlahan bilangan berpangkat dengan rumus Bernoulli atau cara membuktikan teorema Tsabit atau membuktikan kebenaran bilangan sekawan temuan Kamal Al-Din Farisi. Tentu kelas tidak akan sehening ini……..pikir sang guru.
Bersambung…….
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
wah, tragis ya..
Komentar oleh tia 27 Januari 2009 @ 03:33jadi malu, aku paling kalo ditanyain juga gak bisa =)
Kita introspeksi diri kita masing2, sejauh mana kita mengenal & menjalankan agama kita sendiri…
Komentar oleh canggihcappo 27 Januari 2009 @ 03:50Cang, lha muadzinnya MusTek namanya siapa hayoo???
Komentar oleh Darwinho 29 Januari 2009 @ 00:42muadzin mustek ganti2…kalo imamny biasany yang dari teknik kimia itu..
alhamdulillah masih tau..hehe..
Komentar oleh fahim007 11 Maret 2009 @ 22:27wah..wah……windo ki aneh2 wae..
Komentar oleh canggih 15 April 2009 @ 02:19