Suatu sore, 27 Mei 2008,
Ketika berhenti di pertigaan UIN, di lampu merah, ada sebuah ide yang melintas di benakku saat melihat para anak jalanan yang berseliweran meminta sekeping uang receh. Kucoba untuk menghitung jumlah orang jalanan ditempat itu (karena bukan cuma anak-anak). Jumlahnya ada 11 orang, terdiri dari 5 anak-anak, 5 orang tua, dan seorang bayi.
Saat itu, jadi terlintas di pikiranku untuk mencoba mengkalkulasikan :
Jika diasumsikan dalam satu putaran lampu merah membutuhkan waktu 60 detik dan dihitung waktu efektif dalam satu hari ada 9 jam, maka dalam satu hari ada (3600/60) * 9 = 540 giliran. Maka, dalam satu bulan (30 hari) ada 540 * 30 = 16200 giliran.
Jika dimisalkan dalam satu giliran lampu merah rata2 ada 10 kendaraan yang berhenti dan masing2 memberi Rp.100,00 maka dalam satu bulan mereka akan mendapat Rp.100,00*10*16200 = Rp.16.200.000,00 !!!
Dengan uang sebanyak itu hanya dalam waktu kurang 2 tahun, mereka semua bisa menunaikan ibadah haji!!!
Jika dibagi rata, maka tiap orang mendapat Rp.1.472.727,27 per bulan !!! Seperti gaji seorang PNS saja…..
Itu semua baru dengan asumsi nilai sangat minimal, jadi sesungguhnya bisa berkali-kali lipat atau berpuluh kali lipat lebih banyak……
Anak terlantar dipelihara oleh negara ?? Kitalah yang seharusnya memelihara mereka, membantu mereka walaupun hanya dengan sekeping uang seratus rupiah,
jika dilakukan secara berjamaah, insya Allah akan sangat berarti untuk mereka.
Aku jadi sadar, bahwa sesungguhnya bangsa kita ini bisa menjadi sangat sangat kaya sekali…..
Ya Allah……
Bukakanlah pintu hati kami…..
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
dasar….otak komputer……………
ya tapi itu belum diperhitungkan biaya dari para pemalak, trus asuransi jiwa,
dalam perhitungan return itu kita harus mengurangkan hasil yang didapat dengan biaya yang dikeluarkan. baru kita bisa menilai bisnis itu menguntungkan atau tidak…
setuju?
Komentar oleh noerma123 6 Juni 2008 @ 10:04Hmm. . .boleh juga tp. . . .emangnya itu bisnis?
Komentar oleh canggih 6 Juni 2008 @ 11:06Rupa angka kabeh….
Komentar oleh WINDOW 6 Juni 2008 @ 16:17=P
otak kiri …
Komentar oleh dafitawon 7 Juni 2008 @ 16:47Masih harus kasih sebagian (besar?) ke preman yang punya wilayah itu kan
Menurutku ngasih receh ke pengemis yang berada dalam usia produktif tidak berarti membantu mereka. Hal itu hanya akan membuat mereka terbiasa meminta-minta.
Komentar oleh Levi 11 Juni 2008 @ 05:21Cobalah berjualan koran, mengelap kaca mobil, ato setidaknya mengamen. Janganlah hanya mengulurkan tangan untuk meminta
ya bisnislah….kan kegiatan mencari uang..lagian bukan cuma bisnis..tapi biskota bisdesa juga ada
bukan rupa angka…tapi rupa duwit:P
bukan otakkiri.tapi otak manusia…
kalau mau bantu,berilah kail dan pancing,jangan langsung minta ikan…ntar kan berabekalo mereka minta sup sirip ikanhiu…keseimbangan alam bisaterancam…hehe
tapi susah jugaya
Komentar oleh noerma123 12 Juni 2008 @ 04:30hm.. q s7 m levi n noe.. hehe…
Komentar oleh myazura 12 Juni 2008 @ 11:24lgpula klo mrk cm mengulurkn tangan aj, mendidik mrk menjadi malas tdk mau maju…
saat matkul agama yg membahas mengenai zakat, sbnrñ sangt bsr jumlh yg bs ddptkn,,jika tiap org membyr zakat mal dan mengelolany dg baik dan bnr.. blm lg dg shodaqoh.. jdny insya Allah tak byk org yg terlantar..
sama halny dg zakat, pajak jg.. lg2 jk smw mmbyr dg BENAR n diolah dg BENAR..
yah, begitulah menurut pendapatq.. ^-^V
Ya. .ya. . .komentar2 yg bgus. Ternyata aku berhasil memancing agar diberi komentar yg bermutu,tdk sperti komen fs. . . .makasih smua. . . .hehehe
Komentar oleh canggih 13 Juni 2008 @ 00:31comment fs?? maksudnya apah ni??
Komentar oleh tia 13 Juni 2008 @ 09:09maafkan aku jika memberi comment tidak bermutu..
maafkankanlah!!
aku ndak pernah ngasih tu.. (ngasih duwit dan ngasih koment). emangnya anak jalanan punya FS?? bisa dicoment?
Komentar oleh novrian 16 Juni 2008 @ 03:54jadi premany lbh menguntungkan
Komentar oleh pendendam 20 Juni 2008 @ 07:34Scra matematis ,mngkn iya.
Komentar oleh canggih 20 Juni 2008 @ 08:44Brati Canggih menyuruh kita jadi preman !!!
Komentar oleh Sony Haryo Prabowo 22 Juni 2008 @ 06:19Mendingan uang nya buat beli koran ma pedagang di maskam kalo sholat jum’at, dia untung saya juga.. Membiasakan diri untuk berusaha,tapi skali2 nek sa’ake banget ya g papa lah. Bulan yang g punya cahaya sendiri aja selalu berusaha untuk menerangi bumi kok! let’s checkout http://fajarbs.wordpress.com/2008/05/04/hanya-sebuah-puisi/
Komentar oleh fajarbs 24 Juni 2008 @ 04:50Wah, jan tenan…
Komentar oleh darwinho 28 Juni 2008 @ 13:22wah yo sugih tenan kuwi…
Komentar oleh bagusbpg 13 September 2008 @ 02:42