Mempelajari pelajaran untuk belajar mengajarkan…


Jenius vs Taqwa
5 Mei 2008, 02:45
Diarsipkan di bawah: Lain | Tag: , , , , , ,

Banyak orang yang mengelu-elukan keberadaan orang jenius, orang yang expert dalam satu ataupun banyak hal.

Banyak orang yang bangga bila dirinya dianggap jenius.

Banyak orang yang iri kepada orang jenius atas bakat yang dimilikinya.

Banyak orang tua yang sangat berharap anak-anaknya tergolong jenius.

Banyak orang yang bahagia bila bisa bersahabat dengan orang jenius.

Banyak orang yang……………………………….

Memang pernyataan2 diatas bukanlah hal yang salah. Tapi bukankan pada kenyataannya ORANG JENIUS kalah dengan ORANG BERUNTUNG ?

Tidak bisa dipungkiri bahwa orang jenius akan kalah dengan orang beruntung, sejenius apapun orang itu. Banyak orang jenius tapi tidak bisa bahagia, harta kekurangan, hati tidak tenang. Walupun itu tidak semua. Tapi kejeniusan bukanlah suatu jaminan dan kejeniusan tidak bisa diperoleh dengan suatu pembelajaran yang ekstra ketat, karena jenius merupakan bakat bawaan dari lahir.

Sedangkan orang yang beruntung, banyak yang tidak jenius tapi sukses dalam hidup. Lalu, siapa sebenarnya orang beruntung itu ? Orang yang berhasil mengalahkan orang jenius……padahal keberuntungan tidak bisa dirumuskan secara pasti dalam perhitungan matematis…….

Siapa sebenarnya orang2 yang sangat hebat itu?

Orang beruntung yang bisa mengalahkan orang jenius adalah ORANG YANG TAQWA………

Ketaqwaaan adalah suatu kejeniusan tingkat tinggi dan suatu keberuntungan yang hakiki.

Jika ada yang mengatakan bahwa orang jenius lahir dengan perbandingan 1 : 1000 orang, lalu jika orang taqwa lebih hebat lagi,….apakah perbandingan orang taqwa adalah 1:10000 atau 1:1000000000 ???

Tentu tidak seperti itu…….orang jenius terlahir sebagai bawaan dari lahir, tapi orang taqwa ada karena suatu proses yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Sekali lagi, itu merupakan kelebihan orang taqwa. Jadi, jika orang jenius terlahir dengan ratio 1:1000 orang , maka bisa jadi orang taqwa terlahir dengan ratio 2000:1000……….lho kok bisa! Ini mungkin terjadi jika dari 1000 orang taqwa, masing2 mengajak 1 orang untuk bertaqwa…….satu lagi nilai plus taqwa.

Itu baru ditinjau dari beberapa sisi, belum dibahas mengenai kehidupan selanjutnya, yang tentu saja menempatkan orang taqwa dalam derajat lebih tinggi….

Jadi, haruskah kita malu untuk bertaqwa ???


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

PERTAMAAAAXX!!! :D
Mending pintar, jenius, dan bertaqwa :)

Komentar oleh YoHang

mending lebih pintar, lebih jenius, dan lebih bertaqwa daripada yg disebutkan yoga.

Komentar oleh canggih

Jangan lupakan si Bejo :D dari yang Di Atas.

Komentar oleh YoHang

itulah makanya rasul menyebutkan kalau sebaik-baiknya manusia bukan yang jenius tapi yang banyak manfaatnya bagi orang lain….dalam ketakwaan tentunya…

Komentar oleh noerma123

Komentar yang bagus………berisi…….dan tidak hanya Bejo….

Komentar oleh canggih

Jauh lebih baek klo jenius, cerdas, berimtaq, dan bermanfaat bagi orang laen……

Komentar oleh window

kayaknya kapan itu ada orang yang bilang kalo aku jenius deh, hwehe^^

canggih ini isinya angka semua.. aneh.

Komentar oleh septiarani

1 orang jenius yang mengurung diri tidak lebih berguna bagi orang lain,,,,

yang penting apa yang ada bisa memberi kontribusi, mau jenius atau nda

nyatanya walau Marie Curie itu jenius, dia frustasi pas ditinggal mati Piere Curie

rodo ra nyambung hehehe

Komentar oleh dzikrina

wah buat apa malu bertaqwa.. yg ada justru lebih banyak orang bertaqwa yg bangga merasa dirinya udah penuh ketaqwaan..

kalau masih sombong berarti belum bertaqwa. org bertaqwa ada di sekitar kita, tapi gak kita sadari krn dia gak sombong.

orang2 bertaqwa itu hanya terlihat berbeda.. seakan2 menyebalkan bagi org2 gak bertaqwa. seperti kelakuan orang2 ketika nabi2 membawa ajarannya..

Komentar oleh dita

@dita : good comment. ¶skedar info, aku dpt ide nulis artkel itu stlah ikut kuliah umum dari Dr. Ing. Abdurrahman R. Effendi.

Komentar oleh canggih

hanya menambahkan aja ya,,

di dunia ini nggak ada orang yang pintar, jenius, atau cerdas..

yang ada hanya orang yang terlatih..

dan perlu anda ketahui, jenius itu bukan bawaan dari lahir, melainkan butuh latihan sejak dini..

Komentar oleh zyde

Ada Hal yg Perlu di inget….. dalam mengarungi kehidupan, 80% itu kerja keras sedangkan 20% bakat, nah kata 20% bakat identik dgn jenius sedangkan 80% identik dgn rajin…

Komentar oleh Ochid

Ya…klo masalah itu memang tergantung pendapat tiap orang. Sudut pandang bisa berbeda2.

Komentar oleh Admin

Komentar oleh Dewa,,

y jenius bagian dr taqwa,org jenius blum tntu btaqwa,org taqwa tentu jenius….apa g salah y>>?

Komentar oleh sandra dewi

yup…mungkin ada benarnya juga….

Komentar oleh canggih

tulisan-tulisan yang bagus… membuat mikir… :)

Komentar oleh hanif

ya…tujuannya itu biar pembaca mikir…..jadi komentarnya gak asal-asalan

Komentar oleh canggih

ya, orang yg bertaqwa itu jumlahnya sangat sedikit..bener banget ap yg dikatakan dlm Al-Qur’an dan hadits, coba aj kalo buka al-qur’an digital, search pake keyword ‘kebanyakan’ atau ‘اكثر’ pasti keluarnya ayat yg menjelaskan bahwa orang kebanyakan itu sesat, misalnya ayat ini :

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (Q.S Al-An’am : 116)

Di hadits pun juga demikian, apa lagi di zaman sekarang ini, orang-orang muslim pun sudah malu untuk menampakkan keislamannya, kyk jilbaban, jenggotan, celana cingkrang, dll jadinya orang yg berislam justru jadi orang ‘aneh’.

Tapi gpp, rasulullah pun juga udah mengabarkan berita demikian,

“Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula.Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’).” (H.R Muslim)

”Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari dimana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya: “Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau dari mereka?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian”. (HR. Tirmidzi)

Makanya, mari kita jadi ‘orang asing’ ini dengan menambah ilmu agama! jangan kebanyakan mainin visual studio melulu, hehe.. dan alhamdulillah di jogja udah banyak kajian2 yg bermutu, yg terbebas dari aliran2 sesat, walaupun masih ad sih sedikit..

Komentar oleh fahim007

wee…namanya juga main, g masalah kan?
emangnya kapan aku main VS….adanya tu belajar…hehe

Komentar oleh canggihcappo




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>